Rumah Baru Penyuluh Perikanan

kementerian kelautan serta perikanan masih memvalidasi data penyuluh perikanan di berbagai daerah sehubungan menggunakan pengalihan tenga pendamping itu ke pusat.

Dari 3.231 penyuluh perikanan pns dan  30 pengawas perikanan bidang mutu yang akan terjadi perikanan, tinggal 900 data lagi yg perlu divalidasi.

Related Posts:

Kontruksi Umum Jaring Trawl

Konstruksi umum

Pada dasarnya semua bentuk konstruksi trawl hampir sama. Yang membedakan adalah panjang sayap dan pengoperasiannya. Asal segi bentuk (konstruksi) Trawl ini terdiri dari bagian-bagian :

1)kantong (cod end)

Kantong ialah bagaian asal jarring yang ialah kawasan terkumpulnya yang akan terjadi tangkapan. Pada ujung kantong diikat dengan tali buat menjaga supaya akibat tangkapan tak mudah lolos (terlepas).

Related Posts:

Alat Tangkap Trawl ( Pukat Harimau )

Alat tangkap trawl (pukat harimau) pernah mengalami kejayaan nya dimana Alat tangkap trawl mampu meningkatkan pendapatan para nelayan dengan target tangkapan berupa udang. Kini trawl telah menjadi Alat tangkap Yang di larang sesuai dengan PERMEN KP no 71 tahun 2016. Dimana Trawl termasuk Alat tangkap yang tidak ramah lingkungan. Tetapi tidak ada salahnya kita belajar mengenai sejarah dan definisi Alat tangkap trawl.

Related Posts:

Tawaran Menteri Susi Pudjiastuti Untuk Lulusan SUPM

Kabar gembira untuk para alumni SUPM seluruh Indonesia. Dalam rangka untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap dan pengelolaan sumber daya ikan untuk kepentingan masyarakat Indonesia maka kementrian kelautan dan perikanan akan merekrut lulusan SUPM untuk menjadi pengusaha perikanan.

Related Posts:

Diklat Pelaut Gratis

Diklat Pelaut Gratis
Diklat Pelaut Gratis
Untuk mendukung sektor kemaritiman maka diperlukan sumber data manusia yang mengusai bail teori maupun praktek dalam ilmu kepelautan. Kebutuhan pelaut yang tersertifikasi di Indonesia masih banyak yang belum sesuai dengan standard dari pelaut secara professional. Sedangkan dalam waktu dekat ASEAN akan menerapkan masyarakat ekonomi ASEAN di mana pelaut pelaut dari luar Indonesia bisa mencari pekerjaan di Indonesia.

Seperti kita ketahui bahwasanya pelaut pelaut kita kebanyakan masih traditional dan berpendidikan SMP. Maka untuk mengaupgrate kemampuan politeknik ilmu pelayaran Semarang membuka kesempatan pendidikan dan pelatihan untuk masyarakat secara gratis. Untuk lebih lengkapnyabkita bisa melihat persyaratanna di bawah berikut.


Related Posts:

CURHAT Nelayan Masalah Perijinan Kapal

nelayan
Saat kita berseru kepada nelayan untuk bersegera mengikuti ukur ulang serta membenahi dokumen kapal, karena adanya surat edaran dari Kementerian Perhubungan tentang pendaftaran kapal perikanan. Dalam surat edaran tersebut disebutkan bahwa batas pengukuran ulang atau verivikasi ulang maksimal pada bulan desember 2016.

Jadi kesempatan untuk ukur ulang seharusnya di manfaatkan oleh para nelayan dan para pemilik kapal agar pada kemudian hari tidak ada masalah dalam perolehan ijin untuk menangkap atau mendapatkan alokasi wilayah untuk penangkapan ikan.



Related Posts:

Alat Penangkap Ikan Pukat Hela ( Trawl )

Ilustrasi Trawl

Pukat hela merupakan alat penangkapan ikan terbuat dari jaring berkantong yang dilengkapi dengan atau tanpa alat pembuka mulut jaring dan pengoperasiannya dengan cara dihela disisi atau di belakang kapal yang sedang melaju.

Keberadaan akan pukat Hela saat ini memang sedang di larang tetapi pada dasarnya apabila pukat hela diatur secara menyeluruh maka penggunaan alat ini bisa di maksimalkan. Dan unyuk mempejari tentang sejarah trawl, desain trawl dan jenis trawl atau pukat hela

Untuk Jenis dan tipe Trawl yang banyak penamaan di daerah antara lain : 

Related Posts:

Alat penangkap ikan,Bubu Lipat Ikan

Pancing Ulur Tuna adalah alat penangkap ikan yang terdiri dari penggulung, Tali pancing, Pemberat dan mata pancing. Mata pancing ini Biasa nya di beri umpan atau tidak. Pancing Yang di gunakan oleh masyartakat sangatlah beragam. Dan pada perkembangannnya pancing ulur ini jenis dan komponen yang di gunakan pun sangat bervariasi. Semua ini di sesuaikan dengan sasaran ikan tangkapan atau target tangkapan nelayan.

Untuk mengetahui apa itu pancing maka kita harus mengetahui tentang istilah dan defenisi, Klasifikasi, Rancang Bangun dan Konstruksi serta cara pengoperasian dan tak kalah penting lagi adalah hasil tangkapan.

1. ISTILAH DAN DEFENISI 
Berdasarkan pada SNI 7277:4:2008 maka istilah definisi tentang pancing ulur adalah sebagai berikut :
- Pancing
Pancing adalah alat penangkap ikan yang terdiri dari tali dan mata pancing atau sejenisnya.
- Pancing Ulur
Pancing Yang di lengkapi dengan penggulung dan pemberar serta menggunakan umpan.
- Pancing Ulur Tuna
Pancing Ulur dengan sasaran tangkap Ikan Tuna.
- Penggulung
Benda yang di gunakan untuik menggulung tali pancing.
- Tali Pancing
Tali yang menghubungkan antara mata pancing dan penggulung.
- Kili kili ( Swivel )
Dua Buah Telinga Logam tempat menggantung Tali yang dihubungkan dengan sebuah As atau Poros sehingga kedua telinga bisa bebas berputar.
- Mata Pancing
Kait yang di gunakan untuk mengait ikan yang memakannya atau tersangkut sehingga tidak mudah terlepas.
- Pemberat
Bahan yang mempunyai gaya tenggelam dan di pasang pada tali pancing bagian bawah.

2.KLASIFIKASI.

Sesuai dengan Internasional Standart Statistical Classifikasion Fishing Gear - FAO. 
Pancing Menggunakan singkatan LLS dan Berkode ISSCFG 09.0.0
Pancing Ulur termasuk dalam Klasifikasi Pancing dengan menggunakan singkatan LTD dan  Berkode ISSCFG 09.1.0.

3. Rancang Bangun dan Konstruksi.
- Rancang bangun.
  -  Pancing Ulur Tuna di rancang dengan menggunakan tali dan pancing.
  - Untuk memikat Ikan Tuna maka pada Pancing di pasang Umpan, dan untuk memudahkan dalam pengoperasian maka tali digulung pada penggulung tali.

- KONSTRUKSI.

- Penggulung Bahan menggunakan Kayu atau Plastik dengan ikuran 
Diameter 200 mm - 300 mm.
Panjang 300 mm - 400 mm.
- Tali Pancing Atas terbuat dari bahan PA Monofilamen dengan Ukuran.
Diameter Tali 2 mm - 3 mmm
Panjang Tali 200 meter - 300 meter.
- Tali Pancing Bawah terbuat dari bahan PA Monofilamen dengan Ukuran.
Diameter Tali 1,5 mm - 1,8 mmm
Panjang Tali 5 meter - 15 meter.
- Mata Pancing terbuat dari bahan Baja dengan Ukuran
Diameter Pancing 2,5 mm - 3,5 mm
Gap 18 mm - 26,5 mm
Tinggi 35 mm - 50 mm
- Kili - kili ( swivel ) Terbuat dari bahan stainlessteel dengan ukuran.
Panjang swivel 5 cm - 7 cm
- Pemberat menggunakan Bahan timah ( Pb ) dengan ukuran.
Berat timah 300 gr - 600 gr.

Sedangkan untuk cara pengoperasian pancing ulur adalah sebagai berikut :

- Metode pengoperasian.

Pancing Ulur tuna di operasikan di daerah penangkapan ikan tuna pada kedalaman perairan sesuai daerah renang ikan tuna. Dan kebanyakan untuk menggundang tuna di gunakan rumpon sebagai alat bantu serta.. penggunaan umpan untuk menarik Ikan tuna.

- Teknik pengoperasian
.
+ Kapal  menuju daeraj penangkapan ikan tuna ( fishing Ground ) dengan mencari gerombolan ikan atau langsung menuju ke tempat dimana terdapat rumpon. Bisa juga dengan melihat tanda tanda alam, dengan menggunakan alat pendeteksi ikan, atau berdasarkan dari informasi nelayan yang lainnya.
+ Pada mata pancing di beri umpan asli atau umpan buatan, Umpan asli bisa berupa ikan mati atau ikan hidup
+ Tali Pancing di goyang goyang atau di gerakkan kekiri kekanan atau tutun naik agar umpan segera di sambar atau di makan oleh ikan Tuna.
+ Bila ikan tuna sudah memakan umpan, Tarik ikan tuna menuju kapal dengan hati- hati agar ikan tuna tidak terlepas dan ikan di tangani dengan

Related Posts:

Peikanan Sendang Biru, Malang

Salah satu wilayah yang memiliki sumber daya perikanan yang besar dijawa timur adalah perairan sendang biru, malang selatan. Sendang biru terletak dikawasan perairan pesisir selatan jawa timur yang berbatasan langsung dengan samudera hindia yang merupakan salah satu wilayah dengan potensi kelautannya yang sangat besar. Baik ditinjau dari segi keberlimpahan biotanya maupun cakupan sebaran wilayahnya. Hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari kesuburan perairan indonesia.

Secara administrasi perairan sendang biru, malang berada  diwilayah desa tambak rejo, kecamatan sumber manjing wetan, kabupaten malang. Sedangkan letak geografisnya  adalah 8`37' - 08' 41' LS dan 112'35'- 112'43' BT. Dengan ketinggian 0- 100 meter diatas permukàan laut. Batas administratifnya adalah :
- sebelah barat : desa sitiarjo
- sebelah utara : desa kedung banten
- sebelah selatan : samudera hindia
- sebelah timur : desa tambak asri.

Related Posts:

Alasan di larangnya Kepiting Bertelur

Kebijakan tentang pelarangan kepiting bertelur sudah sangat tepat. Kepiting bila bertelur maka akan menetaskan puluhan ribu kepiting2 baru. Kalau kita menangkap kepiting yang bertelur bagaimana kelangsungan hidup kepiting itu akan berkelanjutan. Ibaratnya kita telah memotong mata rantai kalau kepiting bertelur masih di berlakukan penangkap.Selain melakukan pelarangan seharusnya pemerintah juga membuat aturan apabila ada yang melanggar kebijakan
Godaan yang paling besar adalah adanya pemintaan yang tinggi untuk kepiting.jadi selain melarang nelayan untul melaut dan menangkap keiting kita telah ikut dalam pelestarian sumbet daya ikan. Alasan dari pelarangan kepiting bertelur di karenakan setiap tahun produktifitas dan nilai ekspor kita menurun tajam.

Bahkan menteri kelautan dan perikanan mengkhawatirkan kondisi tersebut apabila tidak di larang bukan tidak mungkin dalam kurun 5 tahun kedepan kita akan kehilangan stok kepiting. Memang harga kepiting yang relatif stabil menjadikan para nelayan pemburu kepiting selain menangkap kepiting yang bertelur di harapkan juga agar kepiting tersebut bisa di budidaya.

Related Posts:

Pembuatan BUBU Rajungan



Bubu Rajungan
usaha perikanan rajungan. Dalam hal ini tidak luput dari perhatian terhadap peningkatan pendapatan nelayan yang menangkap rajungan. Perhatian terhadap pengembang     Komoditas rajungan dari hasil penangkapan ikan di laut telah memberikan kontribusi pendapatan devisa negara dari sektor perikanan terbesar ketiga setelah udang dan ikan tuna. Dalam hal ini produk rajungan merupakan produk ekspor berkualitas dan bernilai tinggi.

Related Posts:

UPDATE SKK 60 Mil Menjadi ATKAPIN / ANKAPIN 3

Update SKK 60 mil
nelayan
Kebijakan kementrian kelautan dan perikanan untuk terus meningkatkan standart hidup nelayan di lakukan semata mata untuk kesejahteraan nelayan. Setelah sukses dengan Gerai perijinan di berbagai daerah kini Kementrian kelautan dan perikanan meminta kepada nelayan untuk membekali diri dengan kemampuan yang tersertifikasi. Bentuk sertifikasi tersebut adalah dengan mengupdate sertifikat SKK 60 mil untuk di jadikan ANKAPIN / ANKAPIN tingkat 3.




Related Posts:

Rapor Merah MKP Tak Terbukti

Menteri susi
Dua tahun pemerintahan dalam hal ini kementrian kelautan dan perikanan yang telah di pegang oleh MKP ibu Pudji astuti di nilai oleh KIARA ( Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan ) dinilai Indikatornya kurang tepat. Karena kepuasan Publik di bawah ibu susi pudjiastuti masih bisa di bilang cukup baik. Karena di bawah pemerintahan ibu susi kini nelayan bisa berdaulat di wilayah sendiri dan niat baik beliau walaupun masih banyak kekurangan tapi perlu kita apresiasi.
Dalam hal rapor merah, Kiara memberi indikator diantaranya ;


Related Posts:

DataBase Kapal Perikanan | BBPI SEMARANG

Data base kapal perikanan 
        
pengukuran bentuk lambung
Data base kapal perikanan adalah suatu kegiatan yang dilakukan di bbpi,Semarang.Kegiatan ini bertujuan untuk meandapatkan data tentang bentuk kapal perikanan.pada tanggal 15 sampai tanggal 21 desember.Ada 3 tim yang berangkat ke 3 daerah diantara ke daerah Bitung ( Manado ),belawan ( SUMUT ) dan Serang ( Banten).

“ Data base kapal perikanan sangatlah penting karena dari data base tersebut akan mendapatkan tentang bentuk dan karakteristik kapal perikanan pada masing – masing daerah dan jenis alat tangkapnya”Ujar Muhammmad Najib sebagai ketua Tim Data base kapal perikanan.
Setiap tim beranggota kan 4 orang pegawai dari bbpi,semarang.Setiap tim melakukan pengukuran terlebih dahulu pada jenis kapal perikanan yang menjadi tujuan awal.Di Bitung,mendapatkan data tentang kapal dengan alat tangkap pole n line,untuk daerah serang mendapatkan kapal dengan alat tangkap Trawl mini,sedangkan untuk Belawan melakukan pengkuran pada kapal dengan alat tangkap Stern Trawl.

Kegiatan data base kapal akan berlanjut di tahun 2015 dengan target 4 tempat,harapan dari tim data base kapal perikanan agar data tentang kapal perikanan bisa bermanfaat untuk nelayan khususnya

Dengan adanya kegiatan Database inilah di harapkan akan ada peningkatan dalam data data kapal perikanan di Indonesia yang terkumpul dalam bentuk Katalog kapal kapal perikanan. Katalog kapal kapal perikanan ini yang berisikan tentang karakteristik, bentuk, dan kekuatan dan kapal perikanan di Indonesia.

Related Posts:

Cantrang Di Perpanjang, Nelayan Menang

“kita buka peluang nelayan bisa manfaatkan indera tangkap yang terdapat sambil melakukan pendampingan buat membarui menggunakan alat tangkap ramah lingkungan.”



Kementerian kelautan serta perikanan (kkp) kembali menyampaikan kelonggaran bagi nelayan buat memakai cantrang menjadi indera tangkap ikan selama enam bulan ke depan, atau hingga juni 2017. Padahal, semula rencananya cantrang tidak boleh sama sekali mulai januari ini Lantaran Mengganggu daerah asal ikan.

Pelaksana tugas direktur jenderal perikanan tangkap (djpt), zulficar mochtar menjelaskan, nelayan membutuhkan pendampingan buat membarui cantrang menggunakan alat tangkap yang lebih ramah lingkungan. Sebab itu, pemerintah menetapkan menyampaikan kelonggaran saat dan  menahan pemberlakuan larangan tadi.

Kelonggaran tadi diatur dalam surat edaran no b.1/sj/pl.610/1/2017 wacana pendampingan penggantian alat penangkapan ikan yang dihentikan beroperasi di daerah pengelolaan perikanan negara republik indonesia. Kebijakan itu resmi berlaku sejak selasa (3/1) kemudian.

“surat edaran ini sebetulnya justru mempertegas komitmen kkp jikalau cantrang ini tidak bisa lagi berkelanjutan, akan tetapi kami buka peluang nelayan mampu manfaatkan indera tangkap yang ada sembari melakukan pendampingan buat mengubah dengan alat tangkap ramah lingkungan,” istilah zulficar di jakarta, kamis (5/1).

Sekadar gosip, se tersebut artinya tindak lanjut atas peraturan menteri kelautan dan  perikanan no 71/permen-kp/2016 wacana jalur penangkapan ikan serta penempatan indera penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan negara republik indonesia. Pada peraturan tersebut ditetapkan, pelarangan penggunaan beberapa indera tangkap ikan grup pukat hela dan  pukat tarik. Cantrang termasuk di dalamnya.

Zulficar menyebutkan, pendampingan terhadap nelayan dilakukan menggunakan menghasilkan gerombolan  kerja penanganan penggantian alat penangkapan ikan menggunakan melibatkan Pemerintah Daerah dan  kementerian atau forum terkait. Selain itu, memfasilitasi akses pendanaan serta pembiayaan melalui perbankan serta forum keuangan nonbank.

Pendampingan pula terkait upaya merelokasi daerah penangkapan ikan, mempercepat perizinan indera penangkapan ikan pengganti yg diizinkan, serta memfasilitasi penggunaan indera penangkapan ikan (barah) pengganti. (baca pula: disorot luhut, menteri susi: pengusaha jangan adu-adu menteri)

Sejauh ini, khusus di pulau jawa, pergantian indera tangkap ikan ke jenis yang lebih ramah lingkungan sudah dilakukan di tiga.198 kapal berukuran kurang asal 10 gross tonage (gt) serta dua.578 kapal ukuran 10 sampai 30 gt. Adapun indera tangkap cantrang yang telah diganti sebanyak 2.091 unit.

Buat mendorong pergantian alat tangkap, zulficar menambahkan, direktoratnya jua memfasilitasi nelayan khususnya eks-cantrang untuk memperoleh permodalan melalui gerai permodalan nelayan (gemonel). Skema yg ditawarkan dalam gemonel ialah kredit usaha warga  (kur).

Dana tadi bisa dipergunakan buat memenuhi kebutuhan porto operasional melaut serta investasi nelayan, seperti pengadaan atau pemeliharaan kapal, indera penangkapan ikan, dan  alat bantu penangkapan ikan. Pada 2016, sebanyak 189 nelayan sudah mengajukan permohonan pada pihak perbankan dengan nilai usulan mencapai rp 46 miliar.

Zulficar mengatakan, penggunaan cantrang sebetulnya telah tidak boleh sejak 1980-an Lantaran merusak daerah asal ikan serta menyebabkan stok ikan cepat habis. “cantrang ini terlarang, secara ekonomi beliau tidak punya laba jangka panjang, secara ekologi menghambat, dan  pula punya dampak sosial yang tinggi,” katanya. 

Related Posts:

Alat Penangkap Ikan Ramah Lingkungan.

Kondisi Kapal yang terparkir di pelabuhan
Dalam praktek kegiatan penangkapan ikan perlu adanya suatu pengaturan pelaksanaan praktek dilapangan agar intensif, efisien untuk kepentingan pencapaian kinerja yang semakin meningkat, tetapi dalam konteks tetap bertanggung jawab. Dalam kaitan ini diperlukan kebijaksanaan manajemen yang tepat berkaitan dengan alat penangkap ikan yang digunakan, praktek penangkapanpenangkapan ikan dan metode pengoperasiannya. Keberadaan kinerja kegiatan penangkapan ikan tersebut seharusnya diatur mengenai alat dan cara penangkapan ikan yang digunakan lengkap dengan kuota dan waktu penangkapannya agar tidak berdampak buruk terhadap keberadaan stock ikan atau lingkungannya.

Jika dalam keadaan terpaksa diperlukan adopsi teknologi penangkapan ikan dari luar daerah maka alat tersebut harus di uji coba terlebih dahulu pada daerah yang dimaksud untuk mengetahui bahwa alat dan metode penangkapannya tidak menghasilkan hasil tangkapan sampingan dalam jumlah besar dan tidak membahayakan kelestarian sumber daya/lingkungan dan dapat diterima (sesuai dengan sosial budaya) oleh masarakat setempat.

Perlu adanya pengaturan pengalokasian daerah/zona penangkapan bagi perikanan artisanal yang menerapkan tingkat teknologi, alat dan metode penangkapan sederhana atau rendah, dan perikanan skala kecil yang mengoperasikan dengan peralatan dan alat tangkap serta kapal berukuran kecil, dalam penegasan arti perlu penerapan praktek penangkapan sesuai peruntukan jalur-jalur penangkapan dilaut.

Sehubungan dengan larangan penggunaan alat tangkap trawl, bahan peledak, racun dan praktek penangkapan yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan diperlukan langkah antisipasi sehubungan gejala perkembangan beberapa alat dan metoda penangkapan jenis tertentu dan penangkapan Ikan disekitar perairan karang termasuk penggunaan jaring muroami.

Guna menghindari akan terjadinya Ghost Fishing diperlukan tindakan pencegahan dan upaya-upaya sebagai berikut :Untuk tindakan pencegahan hilangnya alat tangkap pada waktu operasi penangkapan :Meningkatkan ketrampilan para fishing master atau nahkoda ;Menyesuaikan perbaikan desain dan operasi alat tangkap yang ramah lingkungan Melengkapi peralatan penentuan dan pendeteksian alat tangkap yang dipasang di perairan ;Meningkatkan kepedulian masyarakat sehubungan dampak hilangnya alat tangkap dan Ghost Fishing melalui workshop, seminar dan lain-lain.

Upaya-upaya mengurangi terjadinya Ghost Fishing :Mengurangi atau melarang membuang alat tangkap yang usang ke laut ;Teknik menghindari efektifitas alat tangkap yang hilang di laut (de-gosht fishing technologies).

Pelaku penangkapan ikan yang ramah lingkungan seyogyanya dapat menentukan alat dan metode penangkapan yang selektif untuk selanjutnya dijadikan rincian dalam kinerjanya, misalnya dalam kasus pengelolaan ikan bukan sasaran tangkap (incidental catch/by catch). Mereka semestinya dapat melakukan perbaikan kinerja agar dapat mengeluarkan ikan bukan sasaran secara praktis sebanyak mungkin, karena jika terlanjur naik ke dek cenderung tidak dimanfaatkan yang akhirnya dibuang, kasus ini banyak terjadi pada penangkapan trawl udang di perairan Irian Barat. Hal yang sama pada wilayah perairan tempat kemelimpahan juvenile agar tidak melakukan penangkapan pada daerah tersebut pada kurun waktu yang telah disepakati bersama. Untuk  itu alat tangkap ramah lingkungan juga mempunyai kriteria.

Trawl
Trawl semestinya dioperasikan menggunakan TED (Turtle Excluder Device) bagi kapal-kapal trawl yang beroperasi di perairan Timur Indonesia. Perlu diketahui dalam penerapan TED selanjutnya berubah menjadi BED (by Catch Excluder Device) dan akhirnya diperhalus lagi menjadi BRD (By Catch Reducing Device).untul

Sesuai dengan prinsip yang termuat dalam Code of Conduct For Responsible Fisheries (FAO, 1995), hak menangkap ikan mengharuskan untuk melakukan kewajiban bertanggung jawab agar efektif dalam menjamin perlindungan dan pengelolaan sumberdaya hayati perairan, maka segala tindakan atau upaya penangkapan wajib menjunjung tinggi kode etik penangkapan atau lazim disebut penangkapan ikan yang bertanggung jawab dalam pengertian cara dan alat yang digunakan ramah lingkungan.

Pada prinsipnya penangkapan ikan yang ramah lingkungan berkaitan erat dengan perilaku pengguna yang dalam hal ini nelayan untuk berupaya agar aktifitas yang dilakukan tidak berdampak buruk terhadap lingkungan perairan. 

Prinsip tersebut disuaikan dengan artikel 6 dari Code of Conduct for Resposible Fisheries (FAO, 1995) diantaranya adalah :

1. Dalam hal menangkap ikan, pelaku perikanan dalam hal ini para penangkap ikan wajib bertanggung jawab dalam arti kegiatan penangkapan yang dilakukan senantiasa mempertimbangkan perlindungan dan pengelolaan sumberdaya atas dasar pertimbangan dukungan data yang baik serta pengetahuan lainnya tentang sumberdaya dan habitatnya.

2. Adanya upaya menjaga kualitas, keragaman dan ketersediaan sumberdaya perikanan dalam jumlah yang cukup bagi generasi sekarang dan mendatang, yaitu dengan mencegah adanya kondisi lebih tangkap, pemanfaatan yang seimbang sesuai dengan jumlah hasil tangkap yang diperbolehkan.

3. Alat penangkap yang dioperasikan harus selektif terhadap sasaran ikan yang ditangkap (target species).

4. Adanya upaya penanganan (handling) hasil tangkapan yang memadai dalam rangka mempertahankan gizi, kualitas dan keamanan hasil olahan dan upaya memperkecil resiko timbulnya pencemaran lingkungan dari hasil buangan baik dalam aktifitas penangkapan maupun pada saat pengolahan.

5. Melakukan upaya konservasi terhadap pada habitat yang kritis, mangrove, perairan karang, tempat memijah ikan dan lain-lain.

6. Memberikan peluang dan perlindungan yang semestinya terhadap perikanan rakyat berskala kecil atas kelangsungan usaha, lapangan kerja, pendapatan dan kemanan serta kemudahan dalam mendapatkan fishing ground. Bahwa sumberdaya ikan sebagai sumberdaya alam yang dapat diperbaharui (renewable resources) keberadaannya perlu dilindungi dan dikelola secara bijaksana untuk menjamin agar jumlah hasil tangkapan ikan tidak melebihi Maximum Sustainable Yield (MSY). Kondisi ini untuk menyesuaikan antara upaya penangkapan (fishing effort) dengan potensi sumberdaya ikan yang tersedia.

7. Usaha penangkapan ikan harus dilaksanakan dengan tetap mempertimbangkan dan bertanggung jawab terhadap ekologi dan lingkungan untuk melindungi stock dan habitat lautan, dan untuk memanfaatkan sosial ekonomi yang maksimal.

Related Posts:

CONTOH SKP

LAPORAN  KEGIATAN
SASARAN KERJA PEGAWAI TRI WULAN I TAHUN 2014
Bulan : Januari 2014 s/d Maret 2014

            Dengan ini disampaikan bahwa Sasaran Kerja Pegawai (SKP) Tahun 2014 Kementerian Kelautan dan Perikanan Pada Tri Wulan I Periode Januari 2014 s/d Maret 2014 dapat kami laporkan sbb :

BULAN : JANUARI
1.Menjaga dan merawat mesin induk ( 1 januari – 31 maret )
Menjaga ,merawat dan ,memelihara mesin induk di KM.BLUE fin 01
dilakukan dengan cara sebagai berikut :
1.      Pemeliharaan rutin dengan cara melakukan pemanasan atau menghidupkan 2 (dua) kali dalam satu minggu pada setiap kapal di darat / sandar di dermaga
2.      Perawatan umum dilakukan secara periodik dapat membantu mengurangi kerusakan selama pengoperasian
3.      Pemeliharaan MESIN INDUK setiap hari dilakukan .
- Pemeriksaan jumlah solar,
- Pemeriksaan kualitas dan kuantitas oli mesin induk,
- Pemeriksaan kualitas dan kuantitas oli gear box,
- Pemeriksaan sumber daya DC ( Accu / Power Supply ).
- Pemeriksaan filter oli dan filter BBM ,
- Pemeriksaan air pendingin air tawar .

2.Merawat, Memelihara kaskoKapal .( Tgl. 06 s/d 10 Januari 2014 )
Untuk menjaga kondisi kasko kapal, terutama bagian samping dan bawah air perlu dilakukan pemeliharaan dan perawatan.  Pemeliharaan dan perawatan kasko kapal dilakukan  secara rutin dan berkala, sehingga dimungkinkan / dapat diketahui sejak dini bagian-bagian yang  mengalami kerusakan.
Pekerjaan perawatan kami lakukan secara berkalaagar kasko kapal selalu bersih, sehingga secara fisik kelihatan bersih dan dapat digunakan sewaktu-waktu untuk menunjang keperluan kegiatan kerekayasaan di BBPPI Semarang. 

3.Merawat/memperbaiki Alat Tangkap (jaring GILL NET yang rusak. ( Tgl. 13 s/d 17 )

Untuk menjaga alat tangkap agar siap pakai dan tidak mengalami gangguan selama operasional dilaut.Dalam perawatan/perbaikan alat tangkap cantrang tersebut kamilakukan secara bertaha

-Tahap pertama, pengecekan atau perbaikan bagian tali tali ris baik   atas maupun bawa
- Tahap kedua, pengecekan atau perbaikan bagian jaring .
- Tahap ketiga, pengecekan atau perbaikan bagian gill net . 
 - Tahap keempat, pengecekan atau perbaikan tali dan pemberat.   
 - Tahap kelima, penyimpanan alat tangkap pada tempatnya ditutupi terpal  agar terhindar dari hujan dan terik matahari.

4.Merawat/memperbaiki  Kemudi.( Tgl. 20 s/d 24 )

    Kemudi kapal menjadi kunci sebuah pelayaran, karena menentukan manuver olah gerak kapal.Untuk itu memerlukan sebuah perawatan / perbaikan agar selalu dalam keadaan baik. Penggantian wire telah kami lakukan antara lain :
             - Mengganti wire kemudi panjang 7 meter sebanyak 2 buah dengan ukuran Ѳ 12mm.
             - Mengganti dudukan roll wire kemudi yang sudah aus ( rusak ).

5. Perawatan / perbaikan Tangki BBM.( Tgl. 27 s/d 30 )

  Tangki BBM merupakan komponen yang sangat penting didalam kapal, oleh karena itu perawatan atau perbaikan perlu dilakukan secara berkala.Pekerjan tersebut memerlukan tahapan tahapan antara lain :
                        - dilakukan pengurasan BBM terlebih dahulu sebelum tangki dibuka.
                        - mengeluarkan kotoran kotoran dari dalam tangki BBM
                        - Setelah pekerjaan tersebut selesai BBM di isikan kembali ke dalam tangki.

6. Pembuatan Dampra dan penggantian Tali spring depan kapal.

Sebuah kapal memerlukan suatu sarana / alat bantu sandar , dalam mempersiapkan agar kapal dalam sandar didermaga dapat terhindar dari sebuah gesekan gesekan dengan kapal lain atau dengan bangunan dermaga diperlukan dampra – dampra dan tali temali ( tros), untuk itu kami telah melakukan pembuatan dampra dan penggantian tali spring depan dengan cara sebagai berikut :
            - Dampra dipersiapkan terlebih dahulu, kemudian bagian tengah dilubangi dengan alat drip dengan bentuk kotak (tempat masukkan tali dampra ).
            - Tali spring depan yang sudah rusak kami lakukan penggantian yang baru, agar tali dapat berfungsi kembali dan menjadi kuat.

BULAN : FEBRUARI
1.perawatan accu mesin ( Tgl 3 s/d 7 )
Pada dewasa ini hampir semua kapal penangkap ikan telah diperlengkapi dengan accu sebagai sumber listrik untuk menstar mesin.
Keuntungan dari penggunaan accu  sebagai sumber listrik untuk menstar mesin pada kapal perikanan adalah : Menghasilkan sumber listrik  yang dapat digunakan untuk mensatater mesin tanpa harus mengengkol dan sumber listrik untuk alat –alat navigassi yang menggunakan arus DC.
Pemeliharaan dan perawatan accu merupakan upaya memeliharaan dan menjaga agar accu secara fisik tidak rusak, tetap bersih dan tetap berfungsi sebagaimana mestinya.Pemeliharaan dan perawatan accu  sebaiknya dilakukan secara periodik 3 (tiga) bulan sekali

2.DOCKING KM. YELLOW FIN ( Tgl. 13 s/d 15 )

Docking atau perawatan tahunan sangat lah penting, DImana docking kapal akan naik diatas dock,dan perbaikan perbaikan akan lebih mudah dan effesien.
Dampak lain dari pengaruh docking mengakibatkan kinerja kapal semakin baik, dengan demikian dibutuhkan tindak lanjut yang tepat sasarana
Docking Kapal dalah suatu peristiwa pemindahan kapal dari air/laut ke atas dock dengan bantuan fasilitas docking/pengedockan. Untuk melakukan pengedokan kapal ini, harus dilakukan persiapan yang matang dan berhati-hati mengingat spesifikasi kapal yang berbeda-beda.

Pekerjaan yang dilakukan di DOCKING
1.             Penerimaan kapal didermaga
2.             Persiapan pengedokan/dudukan kapal
3.             Pengedokan kapal (Docking)
4.             Pembersihan badan kapal
5.             Pemeriksaan kerusakan lambung/konstruksi lainnya
6.         Pelaksanaan pekerjaan (konstruksi badan, mesin, listrik dan lainnya)
7.         Pemeriksaan hasil pekerjaan
8.         Pengecatan lambung kapal
9.         Penurunan kapal dari dalam dock (Undocking)
10.          Penyelesaian pekerjaan diatas air
11.          Percobaan/Trial
12.          Penyerahan kapal kepada pemilik kapal



3.Perawatan rantai kemudi kapal dan persiapan alat alat keselamatan di kapal( Tgl. 17 sd 21 )

Dalam kegiatan tersebut ( rantai kapal ) kami telah melakukan pekerjaan perawatan rantai dengan cara mengecek pisik rantai bialamana ada yang aus segera dilakukan penggantian , kemudian rantai yang sudah kering kami lumasi dengan stempet/gemuk agar dalam operasional kemudi dapat berjalan dengan baik dan tidak berat apabila kemudi diputar.
Selain itu kami juga telah mempersiapkan alat keselamatan dan perlengkapan dikapal antara lain :
            - Pelampung Ring 4 buah
            - Jacket pelampung rompi 5 buah
            - Majun 5 kg
            - Rinso 5 kg
            - Baygon 3 botol
            - Pompa air got
            - Tali selambar jaring cantrang 10 gulung.


4.     Kebersihan ruangan atas dan bawah di kapal  ( Tgl. 17 sd 21 )
Sebuah kapal harus terbebas dari kotoran yang dapat menyebabkan treble/kesulitan manakala kapal sedang digunakan dalam kegiatan. Untuk itu kami melakukan kegiatan kebersihan diruang atas kapal ( bagian deck) dengan cara :menyapu, mengelap kaca-kaca serta dinding.
Untuk bagian bawah adalah diruangan mesin, dimana kami mengerjakan kebersihan di ruang mesin seperti menguras got dan mengambil kotoran kotoran yang ada dibawah mesin Induk serta membersihkan pisik mesin induk serta mesin bantunya
            5. Pelatihan IN HOUSE TRAINING. ( Tgl. 24 s/d 28 ).

Program pelatihan ini merupakan pelatihan yang diselenggarakan di tempat peserta pelatihan.Menggunakan peralatan kerja peserta pelatihan dengan materi yang relevan dan merupakan permasalahan yang sedang dihadapi. Dengan program ini peserta akan lebih mudah menyerap dan mengaplikasikan materi pelatihan untuk menyelesaikan dan mengatasi permasahan kerja yang sering dialami dan mampu secara langsung meningkatkan kualitas dan kinerja dari sumber daya manusia dilingkungan instansi BBPPI.
tujuan In-House Training yaitu untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang didayagunakan sehingga pada akhirnya dapat lebih mendukung dalam upaya pencapaian sasaran yang telah ditetapkan. Selain hal tersebut di atas, sasaran pelatihan ini antara lain : menciptakan interaksi antara peserta dengan narasumber untuk saling sharing informasi dan ilmu serta mempererat rasa kekeluargaan/kebersamaan, meningkatkan motivasi baik bagi peserta maupun bagi narasumber untuk membiasakan budaya berdiskusi yang berkesinam-bungan, untuk mengeksplorasi permasalahan-permasalahan yang dihadapi di lapangan yang berkaitan dengan peningkatan efektifitas kerja, sehingga dapat diformulasikan solusi pemecahannya secara bersama-sama.
BULAN : MARET

1.             Kegiatan di kamar mesin (perawatan/ pemeliharaan)( Tgl. 03 s/d 07 )
-       Membersihkan lantai deck mesin
-       Menguras air got.
-       Merapihkan kunci2.
-       Membersihkan mesin induk dengan air sabun.
-       Mengecat pondasi mesin dengan cat many.

2.      Melakukan perbaikan pompa air laut. ( Tgl 10 s/d 17 )
Membersihkan saringan utama pompa air laut secara rutin diatas kapal, saringan utama pada instalasi air laut sangat menunjang kelancaran pengoperasian pompa. Tetapi diadakan pembersihan saringan utama pompa tersebut, maka setiap kali pula zinc anoda pada saringan itu diperiksa apakah masih dapat dipakai atau harus diganti, hal ini sangat berpengaruh terhadap biaya penyediaan. Adanya kebocoran di pembuluh isap.
Kebocoran di pembuluh isap akan menyebabkan udara masuk kedalam pembuluh isap. Ini berlawanan dengan kebocoran di pembuluh tekan.Pengaruh kebocoran dipembuluh isap ternyata lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan kebocoran di pembuluh tekan.Karena udara yang masuk itu mengakibatkan ruang yang tidak terisi oleh cairan pembuluh tekan, ini berarti mengurangi jumlah cairan yang masuk kedalam pompa. Udara akan ikut mengalir dengan cairan masuk kedalam rumah pompa, bila dibiarkan maka rumah pompa akan terisi oleh udara sehingga tidak terjadi kevacuman dalam rumah pompa dan akhirnya akan mengisi rumah pompa sampai ke batas permukaan poros. Kalau ini terjadi maka penghasilan pompa akan berkurang banyak sekali, kemungkinan pompa ini tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik.

Kebocoran pada pembuluh isap ini dapat diatasi dengan jalan yaitu tempat yang bocor tersebut ditutup atau dilas.Apabila pada waktu bekerja terjadi kebocoran sebaiknya kita sumbat dahulu pipa tersebut dengan karet atau sandal, jika tidak memungkinkan kita dapat matikan pompa dan menjalankan pompa cadangan dan kemudian pompa yang mengalami kerusakan bisa kita adakan perbaikan.

Related Posts: